Kenapa orang bisa terjangkit malas?
Malas itu menunjukkan menurunnya motivasi. Manusia memang
memiliki faktor-faktor pendorong dalam dirinya. Ada yang pemicunya materi, ada
yang bersifat moral dan ada yang dorongan ruhiyah. Supaya kita tahu apa
yang menyebabkan kita malas, kita harus menemukan motivasi yang mendorong
kita melakukan pekerjaan itu. Misalnya apa sih motivasi kuliah, nah kalau
sekedar mengisi waktu, maka ketika kita sudah memiliki kesibukan lain yang
menyita waktu dan lebih menyenangkan, maka motivasi tersebut akan hilang.tertutupi
urusan lain. Atau ketika kita motivasi kuliah untuk bekerja,mencari uang. Nah
ketika pas kuliah ternyata ada yang menawari pekerjaan bagus, gaji lumayan, ya
sudah untuk apa lagi kuliah. Ada lagi yang kuliah untuk cari gelar, maka dia
akan berhenti ketika gelar tercapai. Hilangnya motivasi inilah yang memunculkan
rasa malas.
Apakah malas itu bisa menular?
Malas bisa menular, ketika motivasi masing-masing juga tidak
kuat. Misalnya dalam satu kost, ada yang malas, sementara tidak ada yang punya
motivasi lebih. Akhirnya semua ikutan malas. Bisa malas belajar, malas bekerja
dll
Apakah malas itu berbahaya?
Jelas berbahaya, pada saat tidak ada kontrol pemahaman syariat
pada diri individu. Sehingga bisa saja sampai pada taraf malas melakukan
kebaikan. Atau malas melaksanakan kewajiban. Ini sangat berbahaya. Misalnya
malas sholat, malas menuntut ilmu agama, malas mengemban dakwah dll.
Bagaimana Islam memandang sifat
malas?
Sifat malas adalah sifat yang merugikan dan tidak akan
mengantarkan pada keberhasilan atau kemajuan. Di dalam Islam setiap aktivitas
memiliki nilai yang harus dicapai dengan sungguh-sungguh. Dalam ibadah, harus
dicapai nilai ruhiyah. Maka ibadah pun harus sungguh-sungguh. Dalam muamalah,
misalnya seperti berdagang, ada nilai materi yang harus dicapai dengan
sungguh-sungguh. Tetapi dalam pencapaian setiap nilai, harus ada hukum syariat
yang mengikatnya. Misalnya dalam berdagang pun, harus terikat dengan
hukum-hukum muamalah. Jangan sampai menggunakan cara-cara Kapitalis.
Apa juga orang yang menyadari,
dia tidak boleh malas, tetapi susah juga mengubahnya?
Di sinilah ia harus mengubah pemikirannya. Agar terikat kepada
hukum-hukum syariat. Misalnya ketika kita merasa malas kuliah. Padahal orang
tua kita sudah berusaha bersungguh-sungguh membiayai kita. Kita memiliki amanah
untuk menunaikan harapan orang tua, yaitu lulus kuliah. Maka kita wajib
bersungguh-sungguh melaksanakannya.
Terkadang kita sudah berusaha
rajin, tapi lingkungan membuat kita malas.Bagaimana cara mengatasinya?
Hal yang harus dilakukan adalah meninggalkan lingkungan yang
membuat kita malas dan berkumpul dengan teman-teman yang baik dan rajin. Kita
juga harus belajar ilmu agama, hukum-hukum syariat, sehingga semakin memotivasi
untuk bekerja keras. Yang terakhir berdoa, semoga Allah Swt memberikan kekuatan
kepada kita untuk bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik